Sejarah Salad

 


SEJARAH

Kata salad berasal dari bahasa Latin, sal yang berarti garam. Kemudian digabungkan menjadi kata salata yang berarti sayuran asin. Salad sudah ada sejak zaman Romawi kuno di mana saat itu masyarakat terbiasa mencelupkan selada ke dalam garam. Saat itu, selada merupakan sayuran sekaligus makanan pokok orang Mesir, Romawi, dan Yunani kuno. Kebiasaan mencelupkan selada ke dalam garam berubah menjadi mengasinkan sayuran dengan vinaigrettes. Vinaigrettes dibuat dari kombinasi minyak zaitun, cuka, dna garam. Pada akhir abad ke-14, seorang juru masak Raja Richard II membuat isian salad dari berbagai sayuran seperti daun mint, peterseli, hingga salada air.Kata salad berasal dari bahasa Latin, sal yang berarti garam. Kemudian digabungkan menjadi kata salata yang berarti sayuran asin. Dilansir dari Chicago Tribune, salad sudah ada sejak zaman Romawi kuno di mana saat itu masyarakat terbiasa mencelupkan selada ke dalam garam. Saat itu, selada merupakan sayuran sekaligus makanan pokok orang Mesir, Romawi, dan Yunani kuno. Kebiasaan mencelupkan selada ke dalam garam berubah menjadi mengasinkan sayuran dengan vinaigrettes. Vinaigrettes dibuat dari kombinasi minyak zaitun, cuka, dna garam. Pada akhir abad ke-14, seorang juru masak Raja Richard II membuat isian salad dari berbagai sayuran seperti daun mint, peterseli, hingga salada air.

Saat itu, salad juga ditambahkan dengan bawang putih, bawang bombai, dan daun bawang yang disiram dengan vinaigrettes. Salad semakin populer dan dikenal hingga ke Amerika. Di Negri Paman Sam, salad miliki banyak variasi mulai dari isi hingga saus yang digunakan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Menyimpan Salad

Apa itu salad?